Banyak pemain tenis di Bogor yang sudah lihai memilih raket dan senar terbaik, namun sering terhenti di satu keputusan krusial: Tegangan Senar (Tension).
Sering kali, pemain mengira tegangan senar adalah faktor utama penentu kekuatan (power) pukulan. Padahal, faktanya adalah sebaliknya! Tegangan senar lebih berkaitan dengan kontrol, rasa (feel), dan, yang paling penting, kedalaman (depth) pukulan Anda.
Mari kita kupas tuntas panduan praktis mengenai tegangan senar agar pukulan Anda semakin terarah dan akurat!
1. Memilih Tegangan: Keputusan Akhir yang Penting
Setelah Anda memilih jenis senar (misalnya poly atau multifilament) dan ukurannya (gauge), barulah Anda menentukan tegangan.
Rekomendasi Awal: Untuk memulai, titik yang baik untuk kalibrasi diri adalah sekitar 48 lbs (pon). Angka ini sering dijadikan patokan standar bagi pemain yang ingin mencari tegangan ideal mereka.
2. Kunci Penyesuaian: Perhatikan Lintasan Bola
Jangan terpatok pada kecepatan, tetapi fokus pada di mana bola Anda mendarat di lapangan. Ini adalah panduan paling akurat untuk menentukan apakah Anda perlu menaikkan atau menurunkan tegangan:
| Jika Bola Anda... | Artinya... | Tindakan yang Harus Dilakukan... |
| Terlalu Panjang (Sering OUT) | Bola meluncur dengan sudut (launch angle) terlalu tinggi. | Naikkan Tegangan! |
| Terlalu Pendek (Sering ke Net) | Bola meluncur terlalu datar atau kurang daya dorong. | Turunkan Tegangan! |
Jarak Penyesuaian yang Disarankan:
Pemain Rekreasional: Ubah sebesar 4 lbs sekaligus. Perubahan ini akan memberikan perbedaan rasa dan hasil yang jelas.
Pemain Berpengalaman: Ubah sebesar 2 lbs untuk penyesuaian yang lebih presisi.
3. Penjelasan Ilmiah: Apa Dampak Tegangan Senar?
Perubahan tegangan senar hanya memengaruhi kecepatan dan putaran (spin) bola sebanyak 1 hingga 2%—perbedaan yang hampir tidak terasa.
Dampak UTAMA Tegangan: Memengaruhi Sudut Peluncuran (Launch Angle) dan Kedalaman Pendaratan Bola.
| Tegangan Rendah (Contoh: 44 lbs) | Tegangan Tinggi (Contoh: 54 lbs) |
| Senar lebih lentur (Bola "tenggelam" lebih dalam). | Senar lebih kaku (Bola lepas lebih cepat). |
| Sudut peluncuran lebih Tinggi. | Sudut peluncuran lebih Datar dan rendah. |
| Bola memiliki jarak tempuh Lebih Jauh. | Bola memiliki jarak tempuh Lebih Pendek. |
Kesimpulan: Jika Anda ingin bola lebih banyak melambung melewati net dan mendarat jauh di belakang (depth), pilih tegangan yang lebih rendah. Jika Anda ingin pukulan yang lebih datar dan lebih terkontrol di area service (control), pilih tegangan yang lebih tinggi.
4. Perbedaan Tegangan Mesin dan Tegangan Main
Perlu Anda ketahui, tegangan yang diminta saat stringing tidak sama dengan tegangan yang benar-benar Anda mainkan di lapangan.
Senar kehilangan sekitar 20% dari tegangan awal setelah beberapa jam permainan (tension loss).
Contoh: Raket yang dipasang 56 lbs, setelah dimainkan beberapa saat, tegangan efektifnya akan turun menjadi sekitar 46–48 lbs.
Menariknya, senar yang dipasang pada tegangan lebih rendah cenderung mengalami tension loss yang lebih sedikit.
🔑 Intisari: Aturan Emas Tegangan Senar
Fokus pada Kontrol, Bukan Power: Tegangan adalah tentang mengontrol arah dan kedalaman bola.
Kaitkan dengan Pendaratan: Sesuaikan tegangan berdasarkan apakah bola Anda sering out atau pendek.
Tegangan Rendah = Jauh & Tinggi.
Tegangan Tinggi = Datar & Kontrol.
Semoga panduan ini membantu Anda menemukan tegangan senar yang sempurna untuk gaya bermain Anda! Selamat berlatih dan mencoba di Lapangan Tenis Bogor!
Hobi Tennis Bogor Tempat terbaik untuk berlatih Tennis

Komentar
Posting Komentar