Forehand adalah senjata utama dalam tenis. Pukulan ini sering menjadi penentu kemenangan atau kekalahan Anda di lapangan. Jika Anda ingin menguasai forehand tennis yang benar, Anda perlu mengidentifikasi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan kecil yang tanpa disadari menghambat performa Anda.
Kami di Hobi Tennis Bogor telah merangkum tiga koreksi kesalahan forehand paling umum yang sering dilakukan pemain amatir. Terapkan koreksi ini, dan rasakan kekuatan serta akurasi yang Anda dambakan!
1. Kesalahan: Terlalu Banyak Mengandalkan Lengan (Arming the Ball)
Banyak pemain pemula menggunakan kekuatan dari otot lengan dan bahu saja. Hal ini menyebabkan pukulan terasa berat, mudah lelah, dan menghasilkan power yang inkonsisten.
🛠️ Koreksi: Libatkan Rantai Kinetik Seluruh Tubuh
Pentingnya Rotasi Badan: Forehand tennis yang benar bersumber dari kaki, pinggul, dan rotasi badan (core). Saat persiapan, putar bahu Anda, bawa raket ke belakang.
Aktivasi Pinggul: Saat memukul, dorong dari kaki belakang ke kaki depan sambil memutar pinggul Anda ke arah target. Lengan hanyalah alat yang mengalirkan energi yang sudah diciptakan oleh tubuh bagian bawah.
Latihan Kunci: Lakukan Shadow Swing (ayunan tanpa bola) sambil memegang bola tenis di tangan non-dominan (tangan depan). Lepaskan bola itu saat impact sebagai penanda rotasi pinggul Anda sudah benar.
2. Kesalahan: Mengambil Bola Terlalu Dekat atau Terlalu Jauh (Poor Contact Point)
Jika Anda sering memukul bola terlambat, menghasilkan slice yang tidak disengaja, atau pukulan yang lemah, kemungkinan besar contact point (titik benturan) Anda salah.
🛠️ Koreksi: Temukan Titik Kontak Ideal di Depan Tubuh
Posisi Ideal: Titik kontak terbaik untuk forehand tennis yang benar adalah sedikit di depan tubuh dan jauh dari pinggul Anda. Posisi ini memungkinkan lengan Anda untuk memanjang (extension) sepenuhnya saat impact.
Mengapa di Depan? Memukul di depan tubuh memungkinkan Anda untuk memindahkan berat badan ke depan, menambah power, dan memberikan topspin yang konsisten. Jika Anda memukul di samping atau belakang, Anda hanya bisa menahan atau memblok bola.
Latihan Kunci: Minta teman atau pelatih Anda melempar bola lambat. Fokuslah hanya pada langkah kecil dan memastikan kepala raket menyentuh bola di titik yang sama (di depan Anda) setiap saat.
3. Kesalahan: Gerakan Akhir Finish yang Pendek atau Terlalu Rendah (Abbreviated Follow-Through)
Gerakan finish yang pendek menandakan bahwa Anda "mengerem" pukulan sesaat setelah impact. Hal ini menghilangkan topspin dan power yang baru saja Anda ciptakan.
🛠️ Koreksi: Ayunan Whip Tinggi untuk Topspin Maksimal
Ayunan Penuh: Setelah impact, biarkan raket terus berayun tinggi melintasi tubuh Anda, berakhir di atas bahu lawan (opposite shoulder), seperti sabuk pengaman mobil (seatbelt).
Pentingnya Topspin: Gerakan ayunan tinggi ini memastikan Anda memberikan topspin yang cukup. Topspin adalah kunci untuk menjaga bola tetap masuk, bahkan saat Anda memukul dengan power penuh—hal ini adalah ciri khas forehand tennis yang benar.
Latihan Kunci: Setelah memukul, tahan posisi finish Anda selama dua detik. Pastikan kepala raket berada di atas bahu dan siku Anda rileks. Ini akan melatih memori otot Anda untuk menyelesaikan ayunan dengan benar.
📈 Terapkan Koreksi Ini dan Mulai Rasakan Perbedaannya!
Menguasai forehand tennis yang benar membutuhkan kesabaran dan latihan yang konsisten. Ingatlah 3 koreksi ini setiap kali Anda masuk ke lapangan.
Jika Anda serius ingin memperbaiki forehand Anda dan mencari komunitas tenis yang mendukung di kota Anda, Hobi Tennis Bogor adalah tempat yang tepat. Kami menawarkan sesi latihan, sparring, dan fun games yang dirancang untuk membantu Anda menguasai setiap aspek permainan.
Jangan biarkan kesalahan forehand yang sama menghantui permainan Anda. Ambil langkah pertama hari ini!
🎯 Aksi Selanjutnya:
Kunjungi situs kami untuk melihat jadwal latihan, lokasi lapangan, dan info fun games terbaru!
🌐 Kunjungi:
📞 Hubungi Pelatih Kami via WhatsApp untuk Konsultasi Gratis:
.jpg)
Komentar
Posting Komentar