Setelah berkali-kali nyaris juara namun harus puas jadi runner-up (masih ingat kan kekalahannya di final 2023 dan 2025?), si "Tiger" Aryna Sabalenka akhirnya berhasil mengangkat trofi kristal ikonik BNP Paribas Open untuk pertama kalinya.
Bukan Sabalenka namanya kalau tidak penuh drama. Menghadapi rival beratnya, Elena Rybakina, petenis nomor satu dunia ini dipaksa kerja keras selama lebih dari 2,5 jam dalam cuaca panas California yang mencapai 32°C.
Statistik Pertandingan yang Bikin Geleng Kepala
| Detail | Aryna Sabalenka | Elena Rybakina |
| Skor Akhir | 3-6, 6-3, 7-6(6) | 6-3, 3-6, 6-7(6) |
| Ace | 10 | 12 |
| Winners | 29 | 31 |
| Match Point Terselamatkan | 1 | 0 |
Alur Pertandingan: Dari Lempar Raket Jadi Air Mata Bahagia
Rybakina sempat mendominasi di set pertama. Servis kencangnya yang mencapai 195 km/jam bikin Sabalenka frustrasi sampai sempat membanting raket di bangku pemain. Tapi di sinilah mental juara Sabalenka diuji.
Memasuki set kedua, Sabalenka mengubah kemarahannya jadi energi. Dia mulai lebih berani melakukan groundstroke dalam dan agresif. Puncaknya ada di set penentuan yang harus diselesaikan lewat tiebreak.
"Permainan ini belum berakhir sampai benar-benar usai," ujar Sabalenka sambil memeluk trofinya.
Bayangkan, Rybakina sudah sempat unggul 6-5 di babak tiebreak dan tinggal butuh satu poin lagi untuk juara. Namun, satu backhand winner silang yang super tajam dari Sabalenka menyelamatkan segalanya. Dia merebut dua poin terakhir dan langsung jatuh berlutut di lapangan.
Mengapa Kemenangan Ini Spesial?
Pembalasan Manis: Sabalenka akhirnya memutus tren negatif lawan Rybakina setelah kalah di final Australia Terbuka Januari lalu.
Trofi ke-10 WTA 1000: Ini membuktikan konsistensi Sabalenka sebagai ratu tenis dunia saat ini.
Mental Baja: Menang setelah menyelamatkan championship point adalah level kepercayaan diri yang berbeda.
Gimana menurut kalian, sobat tenis? Apakah gaya main power tennis ala Sabalenka ini bakal terus mendominasi sampai musim lapangan tanah liat nanti? Atau Rybakina bakal balas dendam di Miami Open minggu depan?

Komentar
Posting Komentar